`

 

EQ Merupakan Kunci Sukses Pribadi dan Profesional

01/10/2020 13:32:17

 

Manusia memang hanya bisa menilai kemampuan seseorang, melalui hal-hal yang terlihat, misalnya saat kita bersekolah dulu, kita bisa dikatakan pintar ataupun pandai jika nilai kita bagus dan mendapat ranking pertama di dalam kelas atau murid terpandai di sekolah.  Atau saat bekerja, kita sering melihat rekan kerja mendapat pujian karena kinerjanya memuaskan serta produktif. Hal ini dikarenakan Intelligence Quotient atau dikenal IQ. "IQ merupakan kemampuan penalaran seseorang. IQ juga memampukan seseorang untuk menggunakan informasi dan logika untuk menjawab pertanyaan serta membuat perkiraan," kata Tenaga Ahli Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bidang Sumber Daya Manusia, Adriani Sukmoro pada Webinar dalam rangka Hantaru Tahun 2020, Rabu (30/09/2020).   IQ memang menunjang seseorang untuk menjadi yang terbaik daripada yang lain. Namun, menurut Adriani Sukmoro selain IQ, seseorang bisa sukses apabila seseorang dapat mengelola emosi dalam menjalin komunikasi serta hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola emosinya dikenal dengan _Emotional Quotient_ atau EQ. "Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa EQ dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang. EQ merupakan kunci sukses secara pribadi dan profesional," ujar Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN.   EQ erat kaitannya dengan emosi. Emosi merupakan respon seseorang terhadap hal yang ia alami. Seseorang bisa marah, riang gembira, sedih, kesal, takut, curiga, lelah serta pusing/stres. "Emosi itu mengeluarkan energi yang lebih besar, terutama saat kita marah serta terjadi saat disadari maupun tidak disadari. Wanita, biasanya melampiaskan emosi dengan marah-marah. Ini berbeda dengan pria, yang biasanya lebih bisa memendam amarah, namun jika sudah tidak terbendung akan mengeluarkan tenaga yang lebih besar, misalnya banting pintu, memukul meja dan bukan tidak mungkin melempar barang," kata Adriani Sukmoro.   Baik pria maupun wanita, emosi diatur oleh otak melalui sistem limbik. Selain emosi, sistem limbik juga mengatur perilaku, motivasi, memori/ingatan jangka panjang serta indera penciuman. "Bagian otak yang mengatur emosi setiap orang adalah amygdala. Amygdala, merupakan jaringan saraf di dalam otak kita bentuknya seperti kacang almond, bekerja atas persepsi emosi kita serta menyimpan kenangan peristiwa. Emosi disalurkan amygdala ke _neo cortex_ lalu membuat seseorang menyatakan suatu pikiran. Tapi, seseorang juga bisa bertindak sebelum berpikir sehingga cepat emosi, yang dinamakan amygdala hijack," ungkap Adriani Sukmoro.   Umumnya, menurut Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN dasar emosi tiap-tiap orang terdiri dari 4 ekspresi, yakni ekspresi rasa senang, ekspresi rasa marah, ekspresi rasa takut serta ekspresi rasa sedih. "Keempat hal ini bisa kita kembangkan melalui empat langkah, yakni, 1) _perceiving emotions_, artinya kemampuan kita mengenal emosi diri kita sendiri atau emosi orang lain; 2) using emotions, artinya kemampuan kita menggunakan emosi dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan pemikiran kognitif; 3) understanding emotions, kemampuan memahami emosi dan emosi yang terkait hubungan dengan orang lain; serta 4) managing emotion, yakni kemampuan mengontrol emosi secara efektif," kata Adriani Sukmoro.   Adriani Sukmoro memaparkan juga terkait kompetensi EQ. Menurutnya, kompetensi EQ ada empat hal yakni _Self Awareness_, _Self Management_, _Social Awareness_ dan _Relationship Management_. Ia melanjutkan penjelasannya bahwa keempat hal tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu _personal competence_ serta _social competence_. "_Personal competence_ adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan emosi dan perilaku sedangkan _social competence_ merupakan suatu kemampuan untuk memahami orang lain dan membina hubungan yang lebih baik dengan mereka," kata Adriani Sukmoro.   Pada webinar tersebut, Adriani Sukmoro menekankan bahwa EQ dianggap penting dalam lingkungan kerja karena dapat meningkatkan kerjasama/_teamwork_, mendorong unit kerja untuk menghasilkan kinerja yang baik, mengelola organisasi kerja contohnya memotivasi bawahan maupun rekan kerja serta memimpin unit kerja, menciptakan lingkungan kerja yang positif, menghindari stress serta menjaga kesehatan fisik dan mental. "Jika diri kita mulai stres, saya beri tips, yakni dengan menerapkan _mindfullness_. Tips ini saya dapat dari Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil. _Mindfullness_ diartikan kesadaran dan perhatian penuh terhadap diri kita dan apa yang kita lakukan. Kita harus meyakini apa yang sebenarnya ingin dilakukan, sehingga tubuh dan pikiran kita menyatu," ujar Adriani Sukmoro.   Kegiatan webinar ini bertema Emotional Intelligent diikuti oleh jajaran Kementerian ATR/BPN, jajaran Kanwil BPN Provinsi serta jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Indonesia dan dimoderatori oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Yulia Jaya Nirmawati. (RH/JR).   #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya   Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional    Twitter: @atr_bpn Instagram: @Kementerian.ATRBPN Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: Kementerian ATRBPN Situs: atrbpn.go.id
Yuk Baca Informasi Lainnya..
CPNS Kementerian ATR/BPN Diharap Mampu Implementasikan Nilai-Nilai Lembaga
30/08/2021 13:08:48

Cikeas - Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyelesaikan Distance Learning II Pelatihan Dasar CPNS Gelombang I Tahun 2021, yang merupakan salah satu syarat penentu pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan yang digelar oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) ini ditutup oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto secara daring pada Jumat (27/08/2021).
Ketahui Peran GTRA Dalam Pelaksanaan Reforma Agraria
12/07/2021 10:04:10

Jakarta &ndash Reforma Agraria merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah. Pelaksanaan Reforma Agraria diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria dan sesuai amanat Perpres tersebut, dibentuk Tim Reforma Agraria Nasional.   
Pelaksanaan Reforma Agraria Perkotaan Melalui Konsep Distribusi Manfaat
11/06/2021 16:25:58

Semarang - Direktur Jenderal Penataan Agraria, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Tenrisau mengungkapkan bahwa Reforma Agraria bertujuan untuk menciptakan kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan. Konsep Reforma Agraria yang perlu ditekankan bukan hanya sekadar bagi-bagi tanah melainkan juga konsep yang berbasis pada distribusi manfaat.
Menteri ATR/Kepala BPN : Spirit Generasi Muda Merupakan Kekuatan Perencanaan Tata Ruang di Indonesia
07/12/2020 08:49:03

Proses perencanaan tata ruang yang matang merupakan upaya untuk menciptakan kondisi tata ruang wilayah yang lebih baik di masa mendatang. Oleh karena itu, dalam proses perencanaan tata ruang perlu mempertimbangkan hal-hal yang dibutuhkan di masa mendatang. Generasi muda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi perencanaan tata ruang di Indonesia. Kaum muda ini merupakan aktor dan kekuatan dalam perencanaan untuk mewujudkan Indonesia maju. 
Internalisasi Nilai-Nilai Kementerian Menjadi Budaya Kerja dengan Pembangunan Agen Perubahan
31/08/2020 22:12:45

Jakarta - Nilai-nilai Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 115/SK-OT.02/V/2020 yakni Melayani, Profesional, Terpercaya. Nilai-nilai tersebut perlu diinternalisasikan melalui program-program yang menjembatani kesadaran akan nilai-nilai kementerian menjadi budaya kementerian, seperti 8 (delapan) area perubahan Reformasi Birokrasi yang antara lain adalah aspek perubahan Sumber Daya Manusia Aparatur dan Budaya Kerja Aparatur.