Direktur Jenderal Tata Ruang

 

Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM lahir di Yogyakarta 22 September 1961. Sejak tahun 2017 hingga saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Tata Ruang di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Mengawali Pendidikan tingginya, Abdul Kamarzuki menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung pada 1987, kemudian menyelesaikan beasiswa pendidikan S2 pada Public Management Carneige-Mellon University pada tahun 1995 dan beasiswa pendidikan S3 jurusan Philosophy di Texas A dan M University pada tahun 1999.

Abdul Kamarzuki  memulai karirnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun 1989 kemudian melanjutkan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 2002. Selama karirnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Beliau pernah menjabat sebagai Asisten Deputi (Asdep) Penataan Ruang dan Kawasan Strategis Ekonomi. Selama karirnya di kementerian ini, Abdul Kamarzuki pernah menduduki Sekretaris Dewan Nasional, menjadi Kepala Divisi Perencanaan Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) (2011-2015) dan yang terakhir merangkap sebagai Technical Committee Secretary (salah satu kegiatannya adalah Proyek Pembangunan MRT dan Pengembangan Jakarta Sewerage System). 

Pada tahun 2016, Abdul Kamarzuki dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan melanjutkan kegiatan penelitian terhadap isu tumpang tindih peta-peta tematik penguasaan dan pemanfaatan lahan. Dari kegiatan tersebut telah ditetapkan Perpres No. 9 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (pada Ketelitian Peta Skala 1:50.000) dan pada Perpres tersebut ditetapkan Tim Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (PKSP) yang diketuai oleh Menko Perekonomian dibantu Kepala BIG sebagai Ketua Tim Pelaksana PKSP. Abdul Kamarzuki juga mendapat penugasan sebagai Ketua Pokja Sinkronisasi Tim PKSP dan telah melakukan kegiatan kompilasi dan verifikasi serta proses integrasi terhadap sejumlah Informasi Geospasial Tematik (IGT) di Kalimantan dan Sumatera sebagaimana diamanahkan dalam rencana aksi Perpres 9/2016 tersebut. Pada tahun 2017, Abdul Kamarzuki ditetapkan sebagai Sekretaris Tim Pelaksana PPTKH dan melakukan kegiatan identifikasi isu-isu terkait koordinasi penyelesaian masalah penguasaan tanah di dalam kawasan hutan, dari kegiatan tersebut telah ditetapkan Perpres No. 88 tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH).

Mengawali karir di Kementerian Agraria dan Tata Ruang pada tahun 2017, Abdul Kamarzuki dipercaya menjadi Direktur Jenderal Tata Ruang oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Bapak Sofyan A. Djalil. Sejak berkarir di Kementerian ATR/BPN, Abdul Kamarzuki mencetuskan pengembangan aplikasi GISTARU sebagai media menyebarluaskan informasi penataan ruang tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. GISTARU memiliki fitur Rencana Tata Ruang (RTR) ONLINE, didalamnya tersedia informasi terkait rencana tata ruang di seluruh Indonesia yang dapat digunakan oleh masyarakat. Fitur lainnya adalah RDTR ONLINE yang menyediakan informasi terkait rencana detail tata ruang di seluruh Indonesia. Kedua fitur ini terintegrasi dengan SIstem Online Single Submission (OSS) bekerjasama dengan Kementerian Perekonomian dan BKPM. Layanan GISTARU ini merupakan bagian dari strategi percepatan RDTR dan upaya menjalankan salah satu amanah Presiden Republik Indonesia dalam mendukung kemudahan investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah.

Penerapan RDTR digital pada mekanisme OSS telah memberikan kontribusi terhadap transparasnsi pelayanan perizinan dan membantu tindakan pencegahan korupsi. Pada tanggal 26 Agustus 2020 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menerima penghargaan “Praktik Baik Pemanfaatan Peta Digital dalam Pelayanan Perizinan Berusaha” dari Presiden Republik Indonesia melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tidak hanya mengembangkan layanan bidang tata ruang, sebagai unit Pembina Jabatan Fungsional Penata Ruang, peningkatan kompetensi SDM tata ruang pusat dan daerah terus menerus dilakukan antara lain melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis, pembinaan Pejabat Fungsional Penata Ruang dan penyusunan modul serta Pelatihan Diklat bidang Tata Ruang berkerjasama dengan PPSDM ATR/BPN.

Pengabdian dan karir Abdul Kamarzuki sebagai Pejabat Negara mendapat perhatian oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 2019, Abdul Kamarzuki dianugerahi penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Utama oleh Institut Teknologi Bandung atas kontribusinya atas konsep dan praktek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia.  Penghargaan ini diberikan kepada Pejabat Pemerintah yang telah menunjukkan jasa dan pengabdian yang menonjol/luar biasa selama menjabat di pemerintah sehingga bermakna bagi ITB.

Maklumat Standar Pelayanan