Inspektur Jenderal

 

Lahir di Tanjungkarang, 13 November 1963, Sunraizal, S.E., M.M., CFrA., CFE. dipercayakan untuk menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sejak tahun 2018 hingga saat ini, berbekal ilmu, pengalaman, dan keahlian yang beliau miliki sebagai seorang auditor.

Mengawali pendidikan tingginya, Sunraizal mengambil pendidikan Diploma III  Jurusan Akuntansi pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), diselesaikan tahun 1988 dan melanjutkan menyelesaikan Pendidikan Sarjana pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Tridinanti, Kota Palembang. Terakhir pada tahun 2003, Sunraizal berhasil menamatkan pendidikan Magister Manajemen pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-Indonesia School of Management (ISM). 

Beragam pendidikan dan pelatihan telah diikuti oleh Sunraizal sejak tahun 1991 untuk mengasah dan mempertajam keahliannya sebagai seorang auditor. Beberapa contoh pendidikan dan pelatihan yang pernah Beliau ikuti antara lain adalah Manajemen Audit (1991), Pengenalan Pemeriksaan Sistem Informasi (1994), Pembentukan Auditor Ahli (1999), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Bagi Pegawai BPKP dan Good Corporate Governance (2003), Evaluasi Laporan Kinerja Pemerintah dan Sistem Akuntasi Keuangan Daerah (2004), Sertifikasi JFA Perjenjangan Auditor Ketua Tim (2007), dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (2009). Kemudian pada tahun 2012 dan 2014, Beliau juga berhasil menyelesaikan pendidikan Profesi  Certified Fraud Examiner Kerjasama Indonesia dengan Amerika Serikat sehingga memperoleh gelar Certified Faraud Examiners (CFE) dan dan sertifikasi Audit Forensik dengan memperoleh gelar Cerfied Fraud Auditors (CFrA)

Sebelum dipilih menjadi Inspektur Jenderal di Kementerian ATR/BPN, sosok yang sangat disiplin dan menghargai waktu ini mengawali karir kepemimpinannya pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan menjadi Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi pada tahun 2010 dan di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2011. Kemudian pada tahun 2013, Beliau mulai diperbantukan di Kementerian ATR/BPN dan menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan dan Pelaksanaan Anggaran hingga tahun 2018.

Selain berpengalaman di internal BPKP dan Kementerian ATR/BPN, Sunraizal juga berpengalaman terlibat di kegiatan eksternal, antara lain:

  1. Auditor Ketua Tim Pemeriksaan Pajak pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumbagsel, Sumatera Utara (1989-1993);
  2.  Auditor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun (1993-1997, 2001);
  3.  Auditor Ketua Tim pada Proyek-Proyek APBN (1997-2001)
  4. Auditor Ketua Tim dan Pengendali Teknis Kedeputian Politik Sosial Keamanan BPKP yang diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memeriksa kondisi aset di Istana Wakil Presiden, Menyusun Pedoman Audit PNBP, dan Menyusun Pedoman Audit Operasional (2004-2005);
  5. Anggota Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diketuai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, di bawah komando langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (2005-2007).

Selama bertugas sebagai auditor dan saat menjabat sebagai pimpinan, telah berhasil melakukan beberapa terobosan atau inovasi, antara lain:

  1. Mampu memperoleh koreksi pembayaran pajak tanpa adanya KKN melalui audit objek pajak yang dilakukan sesuai dengan standar audit;
  2. Berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) Kementerian ATR/BPN dapat mengakses langsung aplikasi Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) dan bersama Pusdatin dan Biro Perencanaan membuat Aplikasi e-PNBP yang memudahkan memonitor dan mengalokasikan anggaran PNBP seluruh satuan kerja di Kementerian ATR/BPN;
  3. Merubah system pembayaran PNBP dari pembayaran tunai menjadi pembayaran non tunai dan bekerjasama dengan beberapa bank agar menyiapkan sarana ATM, EDC pada kantor pertanahan.
  4. Melakukan penata usahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian ATR/BPN pusat pada saat perubahan status dari badan menjadi kementerian, sehingga dapat diperoleh updating aset yang harus diamankan oleh kementerian, khususnya pada masing-masing Eselon I.

Atas kinerja dan terobosan yang telah dilakukannya, Sunraizal pun berhasil meraih beberapa penghargaan diantaranya Satyalancana Karya Satya tingkat 10 dan 20 tahun dari Presiden RI (1999 dan 2009), Pejabat Fungsional Auditor yang Mencapai Kinerja Terbaik dan Pejabat Fungsional Teladan Pada Deputi PIP Bidang Polsoskam oleh Deputi Kepala BPKP (2009 dan 2010). Selain itu Beliau pernah menerima penghargaan dari BPK dan Menteri Keuangan pada tahun 2013-2017 karena berhasil menghantarkan Kementerian ATR/BPN memperoleh opini WTP untuk pertama tahun 2013 sejak diberi amanah sebagai Kabiro Keuangan dan BMN dan berhasil mempertahankannya sampai dengan tahun 2017 atau berturut-turut selama lima tahun. Berkat inovasinya dalam membuat Shortcard Simphoni KKP Kementerian ATR/BPN ke Aplikasi NPM G2 Kemenkeu, Sunraizal juga menerima penghargaan dari Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN pada tahun 2015.

Sebagai seorang Inspektur Jenderal, selama tahun 2018-2019 Sunraizal menyiapkan landasan kerja Inspektorat Jenderal dengan Menyusun Rencana Strategis (RENSTRA), penyiapan Pedoman Pengawasan Intern, dan berbagai macam pedoman Audit, meningkatkan jumlah anggaran dan SDM, berhasil menghantarkan 10 (sepuluh) satuan kerja di Kementerian ATR/BPN untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain itu, Beliau terus berupaya membangun citra Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN sebagai pihak yang berperan untuk melakukan konsultansi dan penjaminan (consulting and assurance), bukan sebagai pihak yang mencari-cari kesalahan melalui kegiatan audit yang dilakukan.

Maklumat Standar Pelayanan