100 Sertipikat Tanah Dibagikan di Rokan Hilir

Rokan Hilir - Sebanyak 100 sertipikat tanah dibagikan di Desa Suka Maju, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5).

Pembagian 100 sertipikat tanah ini merupakan bagian dari acara peremajaan sawit rakyat yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dalam sambutannya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa Presiden memerintahkan kepada Kementerian ATR/BPN agar menerbitkan sertipikat tanah secepatnya. Sofyan menuturkan bahwa tahun-tahun sebelumnya, Kementerian ATR/BPN hanya menerbitkan kurang lebih 500.000 sertipikat tanah. "Mulai tahun lalu, kami telah menerbitkan 5 juta sertipikat tanah dan untuk tahun ini kami menargetkan untuk menerbitkan 7 juta sertipikat dan tahun depan targetnya bertambah lagi menjadi 9 juta sertipikat tanah," ujar Sofyan.

"Presiden juga telah meminta agar pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia telah bersertipikat," lanjut Sofyan.

Untuk tahun 2018 ini, Provinsi Riau mendapat target pensertipikatan tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sebanyak 155.000 bidang dan untuk Kabupaten Rokan Hilir mendapat target 15.000 bidang untuk disertipikatkan melalui PTSL. "Masyarakat yang ikut program replanting sawit, tanahnya juga akan disertipikatkan," kata Sofyan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI, Joko Widodo menyerahkan sertipikat tanah dan bantuan bibit sawit kepada perwakilan masyarakat.

Presiden berpesan agar sertipikat tersebut dijaga dengan baik. "Sertipikat hendaknya diberi plastik agar tidak cepat rusak. Difotokopi juga agar jika hilang mudah mengurusnya kembali di BPN," himbau Presiden.

Presiden menghimbau juga agar setiap kepala desa maupun lurah agar mensukseskan program pensertipikatan tanah. Menurut Presiden, program ini banyak manfaatnya. "Program ini sudah saya targetkan. Tahun lalu 5 juta sertipikat dan tahun ini 7 juta sertipikat. Jadi, tolong pak lurah dan pak camat manfaatkan program ini," kata Presiden.

"Sertipikat tanah merupakan tanda bukti hukum hak atas tanah. Kalau sudah pegang sertipikat, tidak ada sengketa. Karena sudah jelas disini nama pemiliknya, luas tanahnya. Sudah aman," tambah Presiden.

Program pensertipikatan tanah melalui PTSL mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Agus (49), petani sawit dari Desa Bagan Makmur, mengaku senang dan bahagia telah menerima sertipikat. Ia berharap program ini dapat juga dirasakan oleh masyarakat diseluruh Indonesia. "Terima Kasih Pak Jokowi. Terima Kasih BPN. Mantap," ujar Agus sambil menunjukkan sertipikatnya.

Senada dengan Agus, Fitrianti (48), ibu rumah tangga dari desa Bahtera Makmur juga merasa bahagia. "Melalui program ini saya mendapat sertipikat secara gratis dan cepat," kata Fitri.