Kementerian ATR/BPN Selesaikan 17 Sertipikat Tanah Wakaf se-Provinsi Sumatera Barat

Padang - Tanah wakaf merupakan tanah yang diberikan oleh waqif kepada nazir, yang merupakan pihak yang menerima tanah tersebut. Tanah wakaf digunakan untuk mendirikan rumah ibadah maupun tempat yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menyelesaikan 17 sertipikat wakaf se-Provinsi Sumatera Barat. Hal ini merupakan komitmen dari Kementerian ATR/BPN dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di masyarakat.

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa agar setiap masjid, surau dan mushalla yang terdapat di Sumatera Barat agar disertipikatkan. Presiden mengungkapkan bahwa dalam tanah wakaf juga masih terdapat sengketa. Untuk itu, Presiden meminta agar pensertipikatan tanah wakaf dapat selesai dalam dua tahun kedepan. 

"Apabila kita sudah memegang sertipikat maka akan menghindarkan tanah kita dari sengketa. Sertipikat tanah merupakan bukti pengakuan hukum atas tanah," ujar Presiden saat memberikan pidato usai membagikan 17 sertipikat tanah wakaf kepada pengurus masjid, mushalla, serta surau di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang, Jum'at (9/2).

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa pensertipikatan tanah wakaf komitmen utama setiap Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi se-Indonesia. "Apabila di tanah wakaf tersebut terdapat sengketa tanah, kami prioritaskan agar diselesaikan," ungkap Sofyan. 

Sofyan juga mengatakan bahwa pada tahun 2017 di wilayah Provinsi Sumatera Barat jumlah sertipikat tanah wakaf yang diterbitkan sebanyak 221 sertipikat tanah dengan total luas 423.110 m2. "Target kami untuk tahun 2018 ini tidak jauh beda dari tahun lalu," ungkap Sofyan.