Tahun 2023, Pemerintah Targetkan Seluruh Tanah di Jawa Tengah Sudah Bersertipikat

Sragen - Pemerintah menargetkan seluruh tanah di Provinsi Jawa Tengah harus sudah bersertipikat pada tahun 2023. Demikian perintah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada penyerahan acara sertipikat tanah di Lapangan Taruna, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Permintaan Presiden tersebut lebih cepat 2 tahun dari yang ditetapkan oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, yaitu tahun 2025. "Saya mau tahun 2023 seluruh Jawa Tengah tanahnya bersertipikat. Jangan tahun 2025. Terlalu lama," kata Presiden Jokowi.

Perkiraan jumlah bidang tanah di Provinsi Jawa tengah mencapai 21.349.486 bidang tahan, hingga saat ini baru 10.039.311 bidang tanah atau (47 persen) yang memiliki sertipikat. Tahun ini target program sertipikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Tengah mencapai 630.213 bidang tanah, dan tahun 2018 target meningkat menjadi 1.200.000 bidang tanah.

Presiden Jokowi menekankan, percepatan sertifikasi harus dilakukan karena marakanya sengketa tanah yang terjadi akibat banyak masyarakat yang tanahnya belum memiliki sertipikat. "Jika Saya kunjungan ke desa-desa, banyak pengaduan mengenai sengketa tanah. Masyarakat mengadu langsung kepada saya," ungkap Presiden.

"Sengketa tanah dapat dihindari apabila setiap masyarakat sudah mempunyai sertipikat tanah. Jika sudah punya sertipikat, tidak ada lagi yang mengaku-aku tanah kita," tambah Jokowi.

Menurutnya, saat ini baru 46 juta tanah di Indonesia yang baru disertipikatkan sejak Merdeka. "Kita harus kerja keras karena luas wilayah Indonesia 160 juta," kata Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil melaporkan bahwa sertipikat tanah yang diserahkan hari ini mencapai 10.200 bidang tanah yang berasal dari kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten  sebanyak 10.200 orang. "Masyarakat yang hadir bersama kita pada hari ini sebanyak 9.072 orang," kata Sofyan.