Sekretaris Jenderal: Tanpa Dukungan Internal Yang Kuat, Program Prioritas Nasional Tidak Akan Berjalan

Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto membuka acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Biro Umum dan Tata Usaha Pimpinan (TUP) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (12/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Pokja Pencegahan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, Letkol CPM Endang Agustian, Staf Khusus Kementerian ATR/BPN, Sugeng Suparwoto, Kepala Biro Umum dan Tata Usaha Pimpinan, Yulia Jaya Nirmawati, Para Kepala Bagian serta jajaran pegawai di lingkungan Biro Umum dan Tata Usaha Pimpinan.

Seperti diketahui, Kementerian ATR/BPN saat ini sedang menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Melalui program PTSL pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat. Dalam hal ini, terdapat proses manajemen dan proses bisnis operasional. Proses ini didukung oleh sebuah proses internal, yaitu bagian untuk memastikan kelancaran dari semua pegawai ataupun penguat koordinasi.

“ Kita saat ini menyadari bahwa institusi kita sedang melakukan sebuah transformasi paradigma dimana kita harus berubah. Tentu kita harus merubah dari seluruh aspek, contohnya mulai dari pelayanan paling dasar,” ujar Himawan Arief Sugoto.

Sekretaris Jenderal juga berkeinginan untuk membuat suatu standar pelayanan yang nantinya akan diduplikasi kepada satuan kerja wilayah masing-masing. “Kita di kantor pusat bertugas menyusun standard service level agreement atau bentuk pelayanan yang paling pas, tidak hanya membuat standar bangunan gedung tetapi juga bagaimana meningkatkan pelayanan masyarakat, memberikan tempat, bertegur sapa, itu semuanya merupakan bagian dari pelayanan,” tambahnya.

Untuk mendukung program prioritas nasional yang ada di Kementerian ATR/BPN terdapat juga pelaksanaan penyiapan pengelolaan sarana, prasarana, layanan pengadaan, pemeliharaan fasilitas kantor, dan urusan tata usaha persuratan serta kearsipan yang dilakukan oleh Biro Umum dan Tata Usaha Pimpinan.

Yulia Jaya Nirmawati selaku Kepala Biro Umum dan Tata Usaha Pimpinan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan di belakang layar, salah satunya seperti melayani customer internal.

"Pada saat kebutuhan yang diinginkan oleh customer terhambat itu luar biasa dampak dan efeknya. Untuk menghindari hal tersebut kami memberikan pelatihan khusus pada FGD hari ini dengan tema Peningkatan Kapasitas Pegawai Biro Umum dan Tata Usaha Pimpinan serta Sosialisasi Pencegahan SABER pungli dan Pembangunan Zona Integritas," ujar Yulia.

Kegiatan ini merupakan suatu langkah dalam pencanangan Zona Integritas yang ditindaklanjuti dengan pembangunan unit kerja pelayanan publik, yakni memberikan fasilitas yang lebih baik dan semangat melayani kepuasan publik. Materi yang diberikan selama kegiatan FGD berlangsung adalah motivasi kepemimpinan, reformasi birokrasi, zona integritas, dan sosialisasi saber pungli. (AF/LS)